Tautan PDF
Elemen
Teknologi Jaringan Kabel dan Nirkabel
Fase F
LKPD:
Merancang dan Pemasangan Jaringan Fiber Optik Outdoor
1.
Informasi Umum
●
Mata Pelajaran: Teknologi Jaringan Kabel dan
Nirkabel (TJKN)
●
Kelas/Semester: XII / Ganjil
●
Alokasi Waktu: 3 Pertemuan
●
Kompetensi Dasar (KD):
o Menganalisis perancangan jaringan fiber optik outdoor.
o Melakukan instalasi jaringan fiber optik outdoor.
●
Tujuan Pembelajaran: Setelah menyelesaikan
LKPD ini, peserta didik diharapkan mampu:
o Mengidentifikasi komponen-komponen jaringan fiber optik outdoor.
o Merancang topologi jaringan fiber optik outdoor sesuai studi kasus.
o Melakukan persiapan dan pemasangan kabel fiber optik outdoor dengan
benar.
o Melakukan terminasi (splicing/konektorisasi) dan pengujian jaringan
fiber optik outdoor.
o Mengidentifikasi potensi masalah dan solusi dalam instalasi jaringan FO
outdoor.
2.
Petunjuk Penggunaan LKPD
- Baca dan
pahami setiap instruksi dengan seksama.
- Gunakan alat
dan bahan sesuai prosedur keselamatan kerja.
- Diskusikan
dengan kelompok.
- Catat semua
hasil pengamatan dan identifikasi masalah yang ditemukan.
- Jawab setiap
pertanyaan dan selesaikan tugas yang diberikan.
3.
Teori Singkat
Fiber
Optik (FO) adalah media transmisi data yang
menggunakan cahaya sebagai pembawa sinyal. Keunggulan utamanya meliputi
bandwidth yang sangat besar, kemampuan transmisi jarak jauh tanpa kehilangan
sinyal signifikan, dan kekebalan terhadap interferensi elektromagnetik.
Kabel
FO Outdoor dirancang khusus untuk kondisi lingkungan
luar ruangan yang ekstrem (suhu, kelembaban, tekanan mekanis). Jenisnya
meliputi:
●
Kabel Udara (Aerial): Dipasang di tiang,
memiliki selubung pelindung yang kuat dan biasanya dilengkapi kawat
penggantung.
●
Kabel Tanam Langsung (Direct Buried): Ditanam
langsung di dalam tanah, dilengkapi lapisan pelindung anti-rodent dan moisture
barrier.
●
Kabel dalam Duct (Duct Cable): Dimasukkan ke
dalam pipa pelindung (ducting) di bawah tanah, biasanya lebih tipis dari direct
buried.
Komponen
Utama Jaringan FO Outdoor:
●
Kabel Fiber Optik: Single-mode (jarak jauh)
atau Multi-mode (jarak pendek).
●
Perangkat Aktif: OLT (Optical Line Terminal) di sisi penyedia, ONU/ONT (Optical Network Unit/Terminal) di sisi pelanggan, Media Converter untuk konversi sinyal
optik ke elektrik.
●
Perangkat Pasif:
o Spliter Optik: Membagi sinyal optik ke beberapa jalur.
o ODC
(Optical Distribution Cabinet): Kabinet distribusi optik di luar ruangan.
o ODP
(Optical Distribution Point): Titik distribusi optik yang lebih kecil.
o Joint Closure: Tempat penyambungan dan perlindungan serat optik.
o Roset Optik: Kotak terminasi di sisi pelanggan.
o Pigtail & Patch Cord: Kabel serat optik pendek dengan konektor di satu/kedua ujung.
o Konektor: SC, LC, FC, dll., untuk menyambungkan kabel ke perangkat.
Peralatan
Instalasi & Pengujian:
●
Fusion Splicer: Alat untuk menyambung dua
serat optik dengan fusi panas.
●
OTDR (Optical Time Domain Reflectometer):
Menguji panjang kabel, redaman, dan lokasi event (sambungan, patahan).
●
OPM (Optical Power Meter) & OLS (Optical Light Source): Mengukur
redaman total kabel.
●
Cleaver: Pemotong serat optik presisi.
●
Stripper: Pengupas lapisan pelindung serat.
●
VFL (Visual Fault Locator): Menyalakan cahaya
merah untuk mendeteksi patahan serat.
Keselamatan
Kerja (K3): Sangat krusial dalam instalasi outdoor.
Gunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti helm, sarung tangan, sepatu safety,
dan rompi reflektif. Waspada terhadap bahaya listrik, ketinggian, dan
lingkungan.
4. Alat
dan Bahan
|
No. |
Nama Alat/Bahan |
Jumlah |
Keterangan |
|
A. |
Alat |
|
|
|
1. |
Fusion Splicer |
1 unit |
Untuk penyambungan serat optik |
|
2. |
OTDR (Optical Time Domain Reflectometer) |
1 unit |
Untuk pengujian kualitas link dan redaman
event |
|
3. |
Optical Power Meter (OPM) |
1 unit |
Untuk mengukur redaman total |
|
4. |
Optical Light Source (OLS) |
1 unit |
Pasangan OPM untuk pengukuran redaman |
|
5. |
Fiber Cleaver |
1 unit |
Pemotong serat optik presisi |
|
6. |
Fiber Stripper (Miller Stripper) |
1 unit |
Pengupas lapisan serat optik |
|
7. |
VFL (Visual Fault Locator) |
1 unit |
Detektor patahan serat (cahaya merah) |
|
8. |
Tool kit kabel FO (tang potong, obeng,
gunting kevlar, dll.) |
1 set |
Perlengkapan bantu |
|
9. |
Tangga (jika simulasi pemasangan udara) |
1 unit |
Alat bantu ketinggian |
|
10. |
APAR (Alat Pemadam Api Ringan) |
1 unit |
Untuk keselamatan kerja |
|
11. |
Perlengkapan K3 (helm, sarung tangan, sepatu
safety, rompi) |
1 set/peserta |
Wajib digunakan selama praktikum |
|
B. |
Bahan |
|
|
|
1. |
Kabel Fiber Optik Outdoor |
[Panjang sesuai skenario] |
Single-mode/Multi-mode (sesuai kebutuhan) |
|
2. |
Pigtail / Patch Cord (sesuai konektor) |
[Jumlah sesuai kebutuhan] |
Untuk terminasi di Joint Closure/ODP |
|
3. |
Konektor FO (misal: SC/UPC, LC/UPC) |
[Jumlah sesuai kebutuhan] |
Untuk Pigtail/Patch Cord |
|
4. |
Joint Closure / ODC / ODP
(miniatur/simulasi) |
1 unit |
Tempat penyambungan dan distribusi |
|
5. |
Alkohol Isopropil (IPA) |
Secukupnya |
Untuk membersihkan serat |
|
6. |
Tisu Pembersih Optik (Lint-free wipes) |
Secukupnya |
Untuk membersihkan serat |
|
7. |
Heat Shrink Sleeve |
[Jumlah sesuai sambungan] |
Pelindung hasil splicing |
|
8. |
Tali penarik kabel (pulling rope) |
Secukupnya |
Untuk simulasi penarikan kabel |
|
9. |
Klem kabel, selongsong pelindung |
Secukupnya |
Untuk tata rapi dan perlindungan |
5.
Langkah Kerja (Praktikum)
A.
Perancangan Jaringan (Studi Kasus)
Skenario: Sebuah pabrik baru akan dibangun di kawasan industri dan membutuhkan
koneksi internet berkecepatan tinggi dari gedung pusat kontrol yang berjarak 800 meter. Lingkungan antara gedung
pusat dan pabrik adalah area terbuka
dengan kemungkinan penanaman kabel di bawah tanah (ducting) atau pemasangan melalui tiang listrik yang
sudah ada. Pabrik tersebut memerlukan 10 titik koneksi LAN.
Tugas
Perancangan:
- Gambarlah topologi jaringan fiber optik yang
Anda usulkan untuk studi kasus di atas. Gunakan simbol standar jaringan.
- Identifikasi
dan jelaskan jenis kabel FO outdoor
yang paling sesuai untuk skenario ini, serta alasannya (misal:
single-mode/multi-mode, jenis konstruksi outdoor).
- Daftarkan komponen aktif dan pasif yang
dibutuhkan beserta perkiraan jumlahnya untuk menghubungkan gedung pusat
kontrol ke pabrik dan mendistribusikan koneksi di dalam pabrik.
- Perkirakan panjang total kabel FO yang
diperlukan.
- Buat daftar
peralatan instalasi dan pengujian
yang akan digunakan.
- Sebutkan
minimal 3 (tiga) rencana
keselamatan kerja (K3) yang harus diperhatikan selama instalasi
jaringan FO outdoor pada skenario ini.
B.
Persiapan Alat dan Bahan
- Siapkan
semua alat dan bahan yang tercantum pada daftar.
- Periksa
kondisi alat dan bahan, pastikan berfungsi dengan baik dan aman untuk
digunakan.
- Pastikan
Anda telah mengenakan Alat
Pelindung Diri (APD) yang sesuai (helm, sarung tangan, sepatu safety,
rompi reflektif).
C.
Prosedur Pemasangan Kabel FO Outdoor (Simulasi/Miniatur)
- Simulasi Penarikan/Bentangan Kabel:
- Jika
menggunakan simulasi penarikan di ducting, masukkan tali penarik ke dalam
pipa simulasi. Ikat ujung kabel FO pada tali penarik dan tarik perlahan
hingga kabel melewati seluruh jalur.
- Jika
simulasi pemasangan udara, bentangkan kabel FO di antara tiang-tiang
miniatur/penopang. Pastikan kabel tidak tegang berlebihan atau melengkung
tajam.
- Perhatikan
radius tekuk minimum kabel FO
agar serat tidak rusak.
- Pemotongan dan Pengupasan Kabel:
- Ukur
panjang kabel yang akan diproses (misalnya untuk terminasi di Joint
Closure/ODP).
- Gunakan fiber stripper untuk mengupas
lapisan luar kabel, tube (jika ada), dan coating serat optik dengan
hati-hati. Pastikan serat optik yang terbuka bersih dari sisa-sisa
coating atau gel.
- Bersihkan
serat yang terbuka dengan alkohol
isopropil dan tisu pembersih
optik hingga bersih.
D.
Terminasi dan Splicing
- Penyiapan Pigtail/Patch Cord:
- Siapkan
pigtail/patch cord yang akan disambungkan dengan kabel FO utama.
- Bersihkan
konektor dan serat pigtail/patch cord.
- Proses Splicing (Penyambungan Serat):
- Nyalakan fusion splicer.
- Gunakan fiber cleaver untuk memotong
ujung serat kabel FO dan pigtail/patch cord secara presisi dengan sudut
90 derajat. Pastikan permukaan potongan sangat rata dan bersih.
- Letakkan
serat yang sudah di-cleave ke dalam V-groove pada fusion splicer.
- Tutup
pelindung splicer dan mulai proses splicing. Amati pada layar splicer,
pastikan proses fusi berjalan baik dan loss (redaman) yang dihasilkan
rendah (biasanya <0.05dB).
- Setelah
splicing selesai, pasang heat
shrink sleeve pada sambungan untuk melindunginya. Panaskan hingga
menyusut dan melekat sempurna.
- Pemasangan di Joint Closure/ODC/ODP (Simulasi):
- Atur dan
tata hasil splicing serta sisa panjang serat di dalam tray serat optik pada joint
closure/ODC/ODP. Pastikan serat tersusun rapi, tidak melengkung terlalu
tajam, dan terlindungi.
- Tutup
joint closure/ODC/ODP dengan rapat dan aman.
E.
Pengujian Jaringan Fiber Optik
- Pengujian Kontinuitas (VFL):
- Hubungkan VFL pada salah satu ujung
serat/konektor yang sudah terminasi.
- Amati ujung
serat yang lain. Jika ada cahaya merah yang terlihat, serat tersebut
kontinu. Jika tidak, atau cahaya terputus di tengah, kemungkinan ada
patahan atau masalah lain.
- Pengujian Redaman (OPM & OLS):
- Hubungkan OLS pada salah satu ujung kabel
FO yang sudah terminasi.
- Hubungkan OPM pada ujung kabel FO yang
lain.
- Nyalakan
OLS dan OPM. Catat nilai redaman (dalam dB) yang terbaca pada OPM.
Bandingkan dengan nilai redaman standar yang diizinkan untuk panjang
kabel tersebut.
- Pengujian Jarak dan Kualitas (OTDR):
- Hubungkan OTDR pada salah satu ujung kabel
FO yang sudah terminasi.
- Lakukan
scan pada OTDR. Atur parameter sesuai panjang dan jenis kabel.
- Analisis
grafik hasil scan OTDR. Identifikasi "event" (titik sambungan,
konektor, patahan, ujung kabel) dan catat nilai redaman pada setiap
event.
- Evaluasi
kualitas keseluruhan link berdasarkan kurva OTDR (misal: smoothness,
adanya refleksi tinggi).
6.
Hasil Pengamatan dan Analisis
A.
Hasil Pengujian Redaman (OPM & OLS)
|
Titik Pengujian |
Panjang Kabel Terukur (m) |
Redaman Terukur (dB) |
Redaman Standar (dB/km) |
Redaman Ideal (dB) (Panjang x Standar) |
Keterangan (Baik/Tidak Baik) |
|
Link Utama Pabrik |
|
|
|
|
|
B.
Analisis Data OTDR
●
Jelaskan event-event apa saja yang terdeteksi
pada grafik OTDR (misalnya: konektor, splicing, ujung kabel).
●
Bagaimana nilai redaman pada setiap event?
Apakah sesuai standar?
●
Evaluasi kualitas keseluruhan link berdasarkan
bentuk kurva OTDR. Apakah ada refleksi berlebihan atau patahan yang terdeteksi?
C.
Identifikasi Masalah & Solusi
|
No. |
Masalah yang Ditemukan Selama Praktikum |
Penyebab yang Diperkirakan |
Solusi yang Dilakukan/Disarankan |
|
1. |
|
|
|
|
2. |
|
|
|
|
3. |
|
|
|
7.
Diskusi dan Pertanyaan
- Jelaskan
fungsi masing-masing komponen pasif berikut dalam jaringan FO outdoor: Joint Closure, ODP, dan Spliter Optik!
- Mengapa keselamatan kerja (K3) sangat
penting dalam instalasi jaringan FO outdoor? Berikan minimal 3 (tiga)
contoh bahaya yang mungkin terjadi dan bagaimana cara menghindarinya!
- Apa
perbedaan utama antara kabel FO
indoor dan outdoor dari segi konstruksi dan material?
- Bagaimana
Anda menentukan jenis kabel FO
(single-mode atau multi-mode) yang paling tepat untuk suatu studi
kasus perancangan, khususnya untuk jarak jauh seperti pada skenario ini?
- Jika hasil
pengujian redaman menggunakan OPM melebihi batas toleransi yang diizinkan,
apa saja kemungkinan penyebabnya
dan bagaimana cara mengatasinya?
- Jelaskan prinsip kerja fusion splicer
secara singkat dan mengapa hasil
cleaving serat harus sangat presisi?
- Mengapa diperlukan pengujian menggunakan OTDR selain OPM/OLS untuk memvalidasi kualitas instalasi jaringan FO? OPM/OLS hanya memberi total redaman dari ujung ke ujung. OTDR bisa memetakan sepanjang jalur
8.
Kesimpulan
Tuliskan kesimpulan dari praktikum yang telah
Anda lakukan.
●
Apa saja pelajaran penting yang
Anda peroleh dari praktikum perancangan dan pemasangan jaringan fiber optik
outdoor ini?
dapat mengetahui kondisi pemasangan FO Outdoor di lapangan
●
Bagaimana pentingnya perancangan
yang matang sebelum melakukan proses instalasi?
supaya proses instalasi dapat dilaksanakan dengan mudah dan terarah
●
Sebutkan poin-poin krusial yang
harus diperhatikan untuk menjamin keberhasilan instalasi jaringan FO outdoor.
- Kondisi Lapangan (medan dan cuaca_)
9.
Pembuatan Topologi


Komentar
Posting Komentar